Sabtu, 26 Januari 2013

Bahaya Berlebihan Klinik Bekam Jakarta Pusat


Bahaya Berlebihan

وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ…Makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan”(QS. 7:31)
Dalam ayat ini, Allah Subhanau Wa Ta’ala mengatur pula perkara makan dan minum manusia. Kalau pada masa Jahiliah manusia yang mengerjakan haji hanya memakan makanan yang mengenyangkan saja, tidak memakan makanan yang sedap-sedap yang dapat menambah gizi dan vitamin yang diperlukan oleh badan, maka dengan turunnya ayat ini, makanan dan minuman manusia itu harus disempurnakan dan diatur untuk dapat dipelihara kesehatannya. Dengan begitu manusia lebih kuat mengerjakan ibadah.
Jangan BerlebihanMaka dalam ayat ini diterangkan Allah dengan memakan makanan yang baik dan minum minuman yang bermanfaat dalam rangka mengatur kesempurnaan dan kesehatan untuk dapat beribadat kepada Allah dengan baik. Kesehatan badan banyak hubungannya dengan makanan dan minuman. Makanan dan minuman yang berlebih-lebihan membawa kepada kerusakan kesehatan. Karena itu, Allah melarang berlebih-lebihan dalam makan dan minum.
Larangan berlebih-lebihan itu mengandung beberapa arti, di antaranya :

Usus Halus, Penyaring Sari Makanan, Klinik Bekam

Usus Halus, Penyaring Sari Makanan

Usus halus adalah bagian dari sistem pencernaan yang memanjang dari lambung sampai katup ileo-kolika, yaitu tempat bersambungnya usus halus dengan usus besar. Sebagaimana diungkap hadits, bahwasannya usus halus mengambil tiga bagian dari tujuh bagian usus yang terdapat pada manusia.
Imam Adz Dzahabi menguraikan bahwasannya bagian pertama dari usus halus dinamakan al-Itsna ‘asyr (usus dua belas jari) atau biasa disebut duodenum, kemudian bagian kedua disebut usus shaim (usus puasa) atau biasa disebut jejunum. Bagian terakhir disebut usus yang panjang melingkar halus yang disebut al-lafayifi atau ileum (usus penyerapan).
Adapun penciptaan usus halus yang berbentuk sedemikian rupa bukanlah tanpa makna. Ibnu Sina berkata, “sesungguhnya Allah karena perhatiannya kepada manusia menciptakan usus yang banyak jumlahnya dan berbelit-belit agar makanan dapat turun dari lambung, sedangkan perut pangkal segala penyakit.”
Sesungguhnya fungsi usus adalah sebagai alat pencerna dan menyerap hasil pencernaan makanan berbentuk cair yang berasal dari lambung. Sementara itu sistem pencernaan dibagi ke dalam empat tahapan besar, yaitu saluran pencernaan bagian atas dengan jalur dari mulut hingga kerongkongan.
Lalu saluran pencernaan bagian tengah terdiri atas lambung dan usus dua belas jari. Saluran pencernaan bagian di bawah usus dua belas jari, terdiri dari usus kecil yang melingkupi usus puasa dan usus penyerapan. Bagian terakhir adalah bagian yang tergabung pada usus besar hingga anus.
Pada tahap awal makanan dikunyah dan dicampur dengan air liur untuk mencairkan materinya menjadi lebih berair dengan pelumasan dan menjadi setengah cair. Oleh karenanya pencernaan di bagian ini bersifat plegmatik (balgham) atau dingin dan lembab. Pelumasan makanan diperlukan karena semua reaksi pencernaan berikutnya harus terjadi dalam media cair.
Setelah dicacah oleh gigi dan dilumasi air liur kemudian makanan akan ditelan melalui kerongkongan dengan mudah. Setelah melewati kerongkongan makanan akan menuju lambung.
Dalam lambung pencernaan bersifat kolerik (panas dan kering), karena di dalamnya terdapat satu bagian dari empedu kuning yang disebut al-mirrah ash-shafra, yaitu berwujud asam lambung. Sebagian besar pemecahan nutrisi menjadi sari makanan yang lebih halus terjadi di lambung. Di lambung juga berbagai makhluk yang membahayakan seperti bakteri parasit dan sebagainya dimusnahkan.
Makanan yang telah dilumatkan kemudian akan mengalir sebanyak 70 sentimeter kubik (cc) melalui lubang pintu keluar yang disebut bhawwab. Ketika sejumlah kecil makanan masuk ke usus dua belas jari, katup pilorik akan tertutup sampai makanan cair tersebut dinetralkan oleh getah usus dua belas jari, getah pankreas dan cairan empedu yang bersifat basa.
Getah pankreas dan cairan empedu berasal dari saluran empedu dan saluran pankreas masuk ke dalam usus dua belas jari pada suatu lubang yang disebut ampula hepatopankreatika, atau ampula ateri, yaitu sepuluh sentimeter dari katup pilorik.
Dalam usus dua belas jari juga terdapat beberapa kelenjar khas yang dikenal sebagai kelenjar Brunner dimana kelenjar ini menghasilkan cairan kental bersifat alkali (basa) agar lapisan usus dua belas jari terlindungi dari pengaruh isi lambung yang asam. Oleh karenanya keseimbangan antara asam dan basa merupakan kunci untuk fungsi yang sehat dari usus dua belas jari.
Usus dua belas jari rentan terhadap penyakit yang bersifat kolerik (panas dan kering), dikarenakan pengaruh asam lambung serta empedu. Umumnya menyebabkan perlukaan dan jika empedu hitam ikut terlibat, borok cenderung kronis seperti pada kasus demam tifoid kronis. Selain itu perlukaan juga dapat menyebabkan terganggunya saluran empedu, pankreas atau mengakibatkan rasa mual.
Sementara itu isi usus yang cair akan dijalankan oleh serangkaian gerak bergelombang yang memompa dengan cepat. Setiap gerakan lamanya satu detik dan antara satu gerakan ada istirahat beberapa detik. Gerakan berupa segmental dan gerakan pendulum.
Gerakan segmental berperan memisahkan satu bagian makanan di usus dari beberapa bagian lainnya agar bisa dicerna dan diserap. Oleh karenanya terdapat bagian kosong di usus puasa (jejunum). Sementara gerakan pendulum menyebabkan isi usus bercampur dengan empedu yang berasal dari hati dan getah pankreas dari pankreas.
Atas peran berbagai getah pencerna, yaitu ludah, getah lambung, getah pankreas, dan sukus enterikus, maka berbagai bahan makanan dapat disederhanakan hingga akhirnya dapat diserap. Adapun makanan yang telah dicerna dan siap diserap, mencapai akhir usus kecil dalam waktu sekitar empat jam.
Sedangkan penyerapan makanan yang telah dicerna utamanya dilakukan di usus penyerapan (ileum) melalui dua saluran, yaitu pembuluh kapiler darah dan saluran limfe (getah bening) di vili (jonjot usus), yakni sebelah dalam permukaan usus halus yang bekerja seperti pompa pendorong. Setelah memasuki kapiler darah di vili, sari-sari makanan akan melalaui vena portal ke hati untuk mengalami beberapa perubahan.
Imam Adz Dzahabi menyebutkan bahwasannya di antara lambung dan hati terdapat urat-urat, di dalamnya makanan sampai dari lambung kepadanya, ini adalah makna sabda Nabi ﷺ:
“Lambung adalah kolamnya badan sedangkan urat-urat mengalir kepadanya.”
Setelah melewati hati, sari-sari makanan akan diubah menjadi beberapa jenis darah untuk menutrisi organ tubuh dan lain sebagainya.

Kamis, 22 November 2012

Lebih Lanjut Mengenai Tekanan Darah Tinggi

Lebih Lanjut Mengenai Tekanan Darah Tinggi

Gedung Kojalia Jl. Gunung Sahari 1 No 42 Hp 021-70374645, 0815 11311 554
Tekanan darah diukur menurut siklus kerja jantung. Tekanan tertinggi, terjadi ketika jantung berkontraksi, disebut tekanan sistolik. Tekanan terendah, terjadi saat jantung dalam fase mengendur, disebut tekanan diastolik. Hasil pengukuran tekanan darah dinyatakan dalam tekanan sistolik dan diastolik, misalnya: 120/80 mmHg. Besarnya tekanan darah sistolik maupun diastolik sama-sama bermanfaat untuk menentukan jenis hipertensi yang terjadi dan bagaimana menanganinya.

Tekanan darah yang normal pada manusia dewasa adalah di bawah 120/80 mm/Hg. Umumnya, tekanan darah di atas 140/90 dianggap tinggi. Seseorang baru dikatakan memiliki hipertensi bila dalam dua kali pengukuran oleh dokter secara konsisten menunjukkan tekanan darah di atas 140/90.

Jumat, 17 Februari 2012

Keajaiban Air dalam Al-Qur’an

Keajaiban Air dalam Al-Qur'an

Salah satu cara untuk menjaga kesehatan secara alami dan Islami sekaligus adalah memperbanyak minum air. Kenapa harus meminum air? karena ternyata kalau kita renungkan lebih seksama terhadap tubuh kita – dan ini merupakan perintah Allah – , ternyata kita dapatkan bahwa air merupakan komponen terbanyak dalam tubuh kita, bahkan ketika masih janin, kandungan air dalam tubuh hampir mendekati 100%, kemudian setelah lahir kandungan air dalam tubuh mulai berkurang menjadi 80%, kemudian ketika dewasa menjadi 70%, dan ketika sudah lanjut usia bisa menjadi 50%. Fenomena semacam ini sudah dijelaskan oleh Allah di dalam firman-Nya :
وَهُوَ الَّذِي خَلَقَ مِنَ الْمَاء بَشَرًا فَجَعَلَهُ نَسَبًا وَصِهْرًا وَكَانَ رَبُّكَ قَدِيرًا
“ Dan Dia (pula) yang menciptakan manusia dari air, lalu dia jadikan manusia itu (punya) keturunan dan mushaharah dan adalah Tuhanmu Maha Kuasa.” ( Qs Al Furqan : 54 )
Yang lebih mengejutkan lagi, kalau kita perhatikan bumi yang kita tempati ini, ternyata komponen yang terbanyak adalah air, bukankah lautan luasnya 3 kali lipat dari daratan ? Sungguh Maha Benar Allah, jauh-jauh sebelumnya telah menyatakan hal ini di dalam salah satu firman-Nya :
وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاء كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ أَفَلَا يُؤْمِنُونَ
“ Dan Kami jadikan dari air segala sesuatu yang hidup, apakah mereka beriman ? “ (Qs Al Anbiya ‘ : 30 )

Selasa, 03 Januari 2012

Usus Besar, Pusat Pengolahan Limbah Tercanggih

 Usus Besar, Pusat Pengolahan Limbah Tercanggih

Rasulullah ﷺ , bersabda: “Seorang mukmin itu hanya makan dengan satu usus, sedangkan orang kafir makan dengan tujuh usus.” (H.R. Bukhari).
Anatomi usus terdiri dari tiga usus perut yang memiliki tiga usus halus yaitu, pertama usus 12 jari (al-Itsna ‘asyr), kedua usus halus kosong atau jejunum (al-saim) dan ketiga adalah ujung usus halus atau ileum (al-lifaifiy). Sedangkan usus keras terdiri dari usus buntu (al-a’war), kemudian usus besar (al-Qulun) dan dubur, serta anat (al-mustaqim). Keenam usus tersebut ditambah satu usus yang disebut al-ma’idat merupakan usus ketujuh. Demikian Mahir Hasan Mahmud Muhammad mengatakan.