Rabu, 20 April 2016

FENOMENA PENYAKIT AKIBAT GANGGUAN SIHIR DAN JIN

Secara umum berbagai penyakit  yang muncul di tengah masyarakat di Indonesia ini dapat dibagi menjadi dua kelompok yaitu penyakit yang muncul akibat masalah medis dan non medis. Penyakit akibat masalah  medis umumnya bisa ditelusuri secara medis , baik dari hasil pemeriksaan laboratorium maupun diagnosa dokter.  Secara fisik penyakit inipun  bisa terlihat seperti luka , bisul, kurap, bengkak, kaki atau tangan lumpuh dan lain sebagainya. Penyakit seperti ini karena jelas penyebabnya bisa dirawat dan diobati secara medis oleh dokter atau rumah sakit.
Lain halnya dengan penyakit non medis atau penyakit akibat gangguan sihir dan syetan dari golongan jin. Penyakit ini terasa kehadirannya oleh penderita. Namun ketika dibawa kedokter atau dicek pada laboratorium medis tidak ditemukan kelainan. Dokter sulit memberikan obat yang tepat karena tidak ditemukan adanya kelainan, sementara si pasien mengeluhkan rasa sakit yang amat sangat.
Masing masing penyakit diatas mempunyai cara pengobatan sendiri. Penyakit non medis tidak bisa disembuhkan dengan cara medis demikian pula sebaliknya. Banyak orang yang terkena penyakit non medis ditangani secara medis tentu saja tidak kunjung sembuh, bahkan penyakitnya bertambah parah karena mendapat pengobatan yang tidak tepat. Diantaranya bahkan ada yang malah keracunan obat karena terus menerus makan obat dari dokter yang tidak tepat penggunaannya. Menghadapi penyakit non medis ini kadangkala dokter menjadi bingung untuk memberikan obat, karena secara medis tidak ditemukan kelainan.
Penyakit non medis ini sebenarnya sudah ada sejak zaman dahulu , ini adalah penyakit yang ditimbulkan oleh kejahatan syetan dari golongan Jin terhadap manusia. Mereka memang memiliki kemampuam untuk  mengganggu fungsi organ tubuh manusia dengan seizin Allah. Tanpa izin dan kehendak Allah mereka tidak bisa melakukan semua itu.
Salah seorang Nabi yang mengalami penyakit fisik akibat gangguan syetan dari golongan jin ini adalah nabi Ayyub sebagaimana dikisahkan dalam surat Shaad ayat 41

41. Dan ingatlah akan hamba Kami Ayyub ketika ia menyeru Tuhan-nya: “Sesungguhnya aku diganggu syaitan dengan kepayahan dan siksaan.” 42. (Allah berfirman): “Hantamkanlah kakimu; inilah air yang sejuk untuk mandi dan untuk minum

Syetan telah menimpakan sakit yang berkepanjangan pada diri Ayyub , seluruh tubuhnya dipenuhi penyakit kulit yang mengeluarkan bau busuk menyengat. Bertahun tahun ia menderita penyakit itu hingga orang banyakpun merasa terganggu dengan bau menyengat yang keluar dari tubuhnya itu . Nabi  Ayyubpun  terpaksa mengungsi ketengah hutan yang jauh dari keramaian. Disana ia berdoa dan memohon pada Allah, akhirnya Allah memberi pertolongan dengan memerintahkan Nabi Ayyub menghantamkan kakinya ketanah hingga memancarkan  air yang menyembur. Nabi Ayyub mandi dengan air tersebut hingga seluruh penyakit yang ada ditubuhnya lenyap. Sekarang ia menjadi seorang pemuda yang tampan dan gagah yang membuat tercengang istrinya.

Senin, 08 Februari 2016

Kesaksian kyai NU yang Taubat dari Ilmu Hikmah (Kesaktian, Kanuragan, Ilmu Ghoib)


 Ada kisah dari Kyai NU bernama Abdul Wachid Ghozali (Pimpinan Pondok Pesantren Assalam yang berada di Desa Tunjungtirto Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang) selama beliau mempelajari ilmu hikmah dan sampai pada saat beliau bertobat. Berikut ini kisahnya : 
Saya mulai belajar ilmu-ilmu perdukunan sejak masih Tsanawiyah. Tawuran yang menjadi tren ketika itu, membuat tekad saya untuk mempelajari ilmu klenik semakin kuat. Di sebuah pesantren, saya memulai belajar dengan puasa patigeni dan selametan pakai ayam jago. Hatinya saya yang makan, dagingnya yang makan kyainya. Wah, saya diakali thok…Kalau gitu ya nayamul (Bahasa Arema: lumayan) buat kyainya (Tertawa). Kemudian disuruh puasa 40 hari. Setelah itu, untuk mengetahui sah tidaknya puasa dites. Tesnya dengan cara membaca wirid dulu. Salah satu wiridnya adalah: Ya maliki ya maliku, iyyaka nakbudu waiyyaka nastain. Jarum ditusukkan dan kulit saya disilet. Aneh, tidak ada darah yang keluar sedikitpun, walaupun ada bekasnya. Pertanda puasa saya sah. Saya lulus.

Padahal saya melanggar aturan guru, karena saya hanya sanggup puasa selama 7 hari. Baru dapat beberapa hari, BAB saya berwarna putih. “Waduh, bisa-bisa mati saya,” pikir saya. Saya memang berbakat untuk urusan ilmu-ilmu seperti ini. Kata orang, saya ini keturunan Joko Tingkir, jadi dzikirnya bisa pamungkasan (ampuh). Cirinya adalah panjang depa kedua tangan saya lebih panjang dari panjang badannya. Sementara teman-teman yang puasa genap 40 hari lengkap ada yang disuruh mengulang karena tidak lulus.

Belajar ilmu seperti itu ada urutannya. Pertama, ilmu Karamah selanjutnya ilmu tenaga dalam. Kalau orang cuma belajar tenaga dalam tanpa karamah biasanya tidak kuat. Ilmu tenaga dalam itu mudah. Beli juga bisa. Diisi langsung bisa di tempat. Nah, di tenaga dalam inilah nanti setiap dukun itu mempunyai spesialisasi sendiri-sendiri. Ada ilmu kebal, pelet, santet dan sebagainya. Tanpa dua ilmu ini, berarti itu dukun bohongan. Setelah kedua ilmu tersebut berikutnya adalah lelakon yang berfungsi untuk mempertahankan dan meningkatkan.

Cara mendapatkan ilmu karamah dengan membaca shalawat, kemudian puasa beberapa hari. Selanjutnya mewiridkan: Ya Allah, Ya Rasulullah, Ya Syekh Abdul Qadirjaelani, Ya Allah kulo nyuwun karamahipun Syekh Abdul Qadirjaelani (Ya Allah, saya minta karamahnya Syekh Abdul Qadir Jaelani). Sambil dipancing dengan gerakan-gerakan untuk kemudian gerak sendiri tanpa bisa dikendalikan. Setelah itu minta gerakan apa saja, langsung bisa sendiri.
Setelah selesai mempelajari ilmu karamah di Malang, baru saya mengembara dari kota ke kota mencari ilmu pengisian. Yang cukup lama di Lumajang, selama 2 tahun. Di sanalah saya belajar ilmu Cor Wojo (isian untuk kekebalan). Pantangan ilmu ini adalah makan pisang Mas. Tetapi waktu saya mencoba melanggarnya, tidak ada pengaruhnya buat saya.